Selasa, 17 November 2009

Jatuh cinta, bisakah dari dunia maya?


Menurut Erich Fromm (1900-1980), manusia memiliki kebutuhan eksistensial, yakni kebutuhan akan persatuan. Jawaban sepenuhnya terletak pada tercapainya kesatuan antarpribadi dan kesatuan melalui perpaduan dengan pribadi lain dalam cinta. “tanpa cinta, kemanusiaan tidak akan ada,” kata Fromm.

Kata Internet saat ini sangatlah dikenal oleh semua kalangan, dari anak-anak sekolah dasar hingga orang lanjut usia. Internet diawali pada tahun 1969 sebagai ARPANET, yang dibangun oleh ARPA (United States Department of Defense Advanced Research Projects Agency) di Amerika.

Selama ini orang–orang yang menjalin suatu hubungan percintaan adalah orang-orang yang sudah saling kenal, bertatap muka dengan pasangannya. Bagaimana dengan orang-orang yang menjlin hubungan percintaan dari dunia maya alias di dunia internet?

Cinta adalah rasa kasih sayang yang lembut dan mendalam serta perhatian terhadap seseorang yang timbul dari kebaikan hati atau rasa untuk memiliki. Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari kata. Cinta adalah sebuah perasaan yang ingin berbagi bersama seseorang. Cinta adalah sebuah kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, yaitu berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih saying membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh dan mau melakukan apa pun yang diinginkan objek tersebut.

Menurut Erich Fromm, ada emapt syarat untuk mewujudkan cinta kasih, yaitu pengenalan, tanggung jawab, perhatian dan saling menghormati.

Setelah kita berkenalan dengan seseorang didunia maya, terutama lawan jenis, hal yang pertama kali ditunjukkan adlah sikap perhatiannya lalu sikap saling menghormati antar keduanya. Tanggung jawab diabaikan dalam percintaan di dunia maya karena tak ada hal yang harus dipertanggung jawabkan jika cinta didunia maya tersebut telah hadir.

Seseorang yang menjalin sebuah hubugan percintaan di dunia maya ialah orang-orang yang tidak percaya akan kemampuan dirinya, tidak percaya akan keadaan fisiknya yang telah di berikan oleh Tuhan YME. Telah dikatakan diatas, perasaan cinta itu dimulai dari mata. Lalu bagaimana bisa timbul rasa cinta jika kita tidak pernah mengetahui bahwa orang yang kita cintai dari dunia maya tersebut memang benar-benar ada? Karena keseringan orang tersebut berinteraksi dengan orang lain di dunia maya, maka timbullah rasa suka. Rasa suka dimulai dari seringnya kita berinteraksi dengan lawan jenis, sedikti memberikan perhatian yang lama-lama menjadikan kita tempat untuk mencurahkan isi hatinya. Yaa.. cinta bisa dimulai dari sini. Ketika kita menjadi pendengar yang setia, menjadi teman yang bisa berkorban waktu untuk Online demi mendengarkan keluh kesahnya dan orang itu pun melakukan hal yang sama dengan yang kita lakukan terhadapnya, rasa suka itu akan muncul dengan sendirinya. Jika salah satu dari kita tidak sedang Online (chatting atau facebook), pasti ada sedikit rasa gelisah, bertanya-tanya sedang apa orang tersebut, mengapa ia tidak online, dan berbagai macam pertanyaan hadir dalam benak kita.

Intinya cinta merupkan anugrah yng diberikan oleh Tuhan untuk umatnya. Cinta memang tak memandang apa-apa, tidak lagi memperhitungkan nilai untung dan rugi dan tak bersyarat. Cinta yang sejati tak mengenal timbal balik, tetapi suatu pengorbanan tanpa pamrih karena cintanya mutlak seklaipun belum bertemu secara nyata. Cinta lebih mengarah pada konsep abstrak yang lebih mudah dialami daripada dijelaskan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar